HTML

Bismillah

Sabtu, 07 Desember 2013

                        TULANG RAWAN DAN TULANG SEJATI (KOMPAKTA)

Tulang rawan adalah bentuk khusus jaringan ikat, dengan fungsi utama menyokong jaringan lunak. Tulang ini terdiri atas sel-sel (kondrosit dan kondroblas) dan matriks (serat dan substansi dasar). Matriksnya mengandung serat kolagen atau serat elastin yang memberi kekuatan dan kelenturan. Akibatnya, tulang rawan memiliki kekuatan renggang, penyokong struktural, dan memungkinkan fleksibilitas tanpa distorsi.
Jenis Tulang Rawan

Terdapat tiga jenis tulang rawan di dalam tubuh: hialin, elastis, dan fibrokartilago (tulang rawan fibrosa). Penggolongan ini didasarkan pada jumlah dan jenis serat di dalam matriks.
Tulang rawan hialin adalah bentuk yang paling umum di dalam tubuh. Pada embrio, tulang rawan hialin berfungsi sebagai model kerangka bagi kebanyakan tulang yang terbentuk melalui osifikasi endokondral. Pada orang dewasa, sebagian besar tulang rawan hialinnya telah diganti dengan tulang, kecuali tulang rawan permukaan sendi, ujung iga, hidung, larings, dan trachea, serta bronkus.
Tulang rawan elastis serupa dengan tulang rawan hialin, kecuali lebih banyak serat elastin di dalam matrik. Tulang rawan elastis terdapat pada telinga luar (auricular) dinding tuba auditiva (eustachii), epiglotis dan larings.
Fibrokartilago ditandai berkas-berkas serat kolagen, padat, dan tidak teratur. Berbeda dengan jenis tulang rawan hialin, fibrokartilago terdiri atas lapisan matriks tulang rawan diselingi lapisan serat kolagen padat. Serat kolagen ini terorientasi kearah stres fungsi. Fibrokartilago terdapat pada discus intervertebralis, simfisis pubis, dan sendi tertentu.
Kebanyakan tulang rawan di dalam tubuh dikelilingi selapis jaringan ikat yang disebut perikondrium, kecuali tulang rawan hialin permukaan sendi. Karena selalu berhubungan dengan jaringan ikat padat, fibrokartilago juga tidak memiliki perikondrium.
1.       Tulang Rawan Hialin
Gambar Tulang Rawan Hialin Dewasa.
Pewarnaan: hematoksilin-eosin.
Perbesaran kuat.

Keterangan:
1.Kondrosit
2.Lakuna
3.Inti kondrosit
4.Kapsul tulang rawan
5.Matriks territorial
6.Matriks interteritorial
Terdapat perikondrium, ciri khususnya ada kapsul tulang rawan
2.       Tulang Rawan Elastis
Gambar Tulang Rawan Elastis: Epiglotis.
Pewarnaan: hematoksilin-eosin.
Perbesaran kuat.

Keterangan:
1.Matriks serat elastin
2.Kondrosit
3.Serat elastin
4.Perikondrium
5.Kondrosit kecil dan besar
6.Nukleus kondrosit
Cirinya yang khusus, adanya serat elastis
3.       Tulang Rawan Fibrosa
Gambar Tulang Rawan Fibrosa: Diskus Intervertebralis.
Pewarnaan: nematoksilin-eosin.
Pembesaran kuat.

Keterangan:
1.Lakuna
2.Inti kondrosit
3.Deretan kondrosit
4.Kondrosit
5.Serat kolagen
6.Matriks
Ciri khusus kondrositnya berderet
Tulang juga merupakan bentuk khusus jaringan ikat. Seperti jaringan ikat lain, tulang terdiri atas sel, serat, dan matriks. Karena deposisi mineral di dalam matriks, tulang dapat menahan beban, berfungsi sebagai kerangka kaku bagi tubuh, dan menyediakan tempat penambat bagi otot dan organ. Tulang juga melindungi otak di dalam tengkorak, jantung dan paru dalam toraks, dan organ urinaria dan reproduksi di antara tulang pelvis. Selain itu, tulang berfungsi untuk hemopoiesis (pembentukan sel darah) dan sebagai reservoar kalsium, fosfat, dan mineral lain. Hampir seluruh (99%) kalsium tubuh tertimbun dalam tulang, dan kebutuhan tubuh akan kalsium diambil dari tulang.
Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)
Pekembangan tulang dimulai di dalam embrio melalui dua proses: osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral. Namun, tulang yang dihasilkan kedua metode berbeda ini memiliki struktur histologik sama.
Sel Tulang

Tulang dewasa dan yang sedang berkembang mengandung empat jenis sel berbeda: sel osteogenik (osteo progenitor), osteoblast, osteosit, dan osteoklas.
Sel osteogenik adalah sel induk pleuripoten yang belum berdiferensiasi, berasal dari jaringan ikat mesenkim.Selama perkembangan tulang, sel osteogenik berproliferasi melalui mitosis dan berdiferensiasi menjadi osteoblas. Pada tulang dewasa, sel osteogenik dijumpai di luar (pada jaringan ikat periosteum dan di dalam lapisan tunggal endosteum internal). Peristeum dan endosteum menghasilkan osteoblas baru untuk pertumbuhan, remodeling, dan perbaikan tulang.
Osteoblas terdapat pada permukaan jaringan tulang. Fungsinya adalah untuk membuat, mensekresikan, dan mengendapkan unsur organik matriks tulang baru yang disebut osteoid. Osteoid adalah matriks tulang belum mengapur yang baru dibentuk yang tidak mengandung mineral; namu, tidak lama setelah deposisi, osteoid segera mengalami mineralisasi dan menjadi tulang.
Osteosit adalah sel utama tulang. Seperti kondrosit pada tulang rawan, osteosit ini pun terperangkap didalam matriks tulang disekitarnya dan berada di dalam lakuna. Tetapi, berbeda dengan tulang rawan, hanya terdapat satu osteosit dalam satu lakuna. Fungsi utama osteosit adalah mempertahankan matriks tulang.
Osteoklas adalah sel multinuklear besar yang terdapat di sepanjang permukaan tulang tempat terjadinya resorpsi, remodelling dan perbaikan tulang. Fungsi utamanya adalah meresopsi tulang selama remodelling. Osteoklas ini sering terdapat di dalam sebuah lekuk dangkal pada tulang yang teresorpsi atau terkikis secara enzimatik yang disebut lakuna Howship. Osteoklas mula-mula berada di dalam tulang berasal dari prekursor mirip monosit.
4.       Tulang Kompakta
Gambar Tulang Kompakta, Kering (Potongan tranversal).
Pembesaran lemah.

Keterangan:
1.Lamela sirkumferensial dalam
2.Kanalikuli
3.Osteon (Sistem Havers)
a.Kanal (Havers) sentral
b.Lamela
c.Lakuna
4.Garis semen
5.Lamela interstisialis
6.Kanal (Volkman) perforate
7.Lamela sirkumferensial luar
8.Lamela
9.Lakuna
10.Osteon (Sistem Havers)
11. Garis semen
12.Lamela interestisialis
Gambar Tulang Kompakta, Kering (Potongan longitudinal).
Pembesaran lemah.

Keterangan:
1.Kanal havers
2.Lamela
3.Garis semen
4.Lakuna
5.Kanalikuli
6.Lamela
7.Kanal Volkman
8.Garis semen
9.Kanal Havers

Jenis dan Fungsi Tulang



Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :


A. Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur. Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang.

Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali? Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.



B. Tulang Keras
Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.
Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 )dan kalsium fosfat ( Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.
Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.
Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.
Contoh tulang keras :
- tulang paha
- tulang lengan
- tulang betis
- tulang selangka

Bentuk Tulang

Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu :

1. Tulang pipa

Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga, berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah
Contohnya :
- tulang paha
- tulang lengan atas
- tulang jari tangan



2. Tulang pipih
Bentuknya pipih ( gepeng ), berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
Contohnya :
- tulang belikat
- tulang dada
- tulang rusuk



3. Tulang pendek
Bentuknya pendek dan bulat, berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
Contohnya :
- ruas-ruas tulang belakang
- tulang pergelangan tangan
- tulang pergelangan kaki




Persendian

Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.

Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu :

1. Sendi Mati

yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerak kan, misalnya persendian antar tulang tengkorak.



2. Sendi Kaku
yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang sendi kaku



3. Sendi Gerak
yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.


Sedangkan sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi, diantaranya:
  • a. Sendi Engsel
    yaitu persendian yang dapat digerakan kesatu arah.
    Contohnya :
    - persendian antara tulang paha dengan tulang betis
    - persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta
  • b. Sendi Putar
    yaitu persendian yang dapat digerakan secara berputar
    Contohnya :
    - persendian antara tulang leher dengan tulang atlas
    - persendian antara hasta dengan tulang pengumpil
  • c. Sendi Peluru
    yaitu persendian yang dapat digerakan kesegala arah
    Contohnya :
    - persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas
    - persendian antara gelang panggul dengan tulang paha

d. Sendi Pelana
yaitu persendian yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya :
- persendian pada ibu jari tangan
- persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan
Metamorfosis kupu-kupu


Metamorfosis adalah proses dari ulat menjadi hewan baru (fase sempurna) yaitu kupu-kupu. Pada prosesnya terjadi cukup panjang dan lama namum sederhana. Pertama-tama mulai dari telur yang diletakkan oleh kupu-kupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk atau dapat juga pohon yang lain) yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan makanan ulat tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/ kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru.
► TELUR
Telur akan menetas antara 3 – 5 hari, larva akan berjalan ke pinggir daun tumbuhan inang dan memulai memakannya. Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya. Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit.
LARVA (ULAT)
► Setelah menetas larva akan mencari makan Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya. Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit.
► Jumlah pergantian kulit selama hidup larva umumnya 4 – 6 kali, dan periode antara pergantian kulit (molting) disebut instar.
► Larva kupu-kupu bervariasi dalam bentuk, tetapi pada sebagian besar berbentuk silindris, dan terkadang memepunyai rambut, duri, tuberkel atau filamen.
► Ketika larva mencapai pertumbuhan maksimal, larva akan berhenti makan, berjalan mencari tempat berlindung terdekat, melekatkan diri pada ranting atau daun dengan anyaman benang. Larva telah memasuki fase prepupa dan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa.
PUPA (KEPOMPONG)
► Fase pupa kalau dilihat dari luar seperti periode istirahat, padahal dalam pupa terjadi proses pembentukan serangga yang sempurna. Pupa pada umumnya keras, halus dan berupa suatu struktur tanpa anggota tubuh. Umumnya pupa berwarna hijau, coklat atau warna sesuai dengan sekitarnya (berkamuflase) Pembentukan kupu-kupu dalam pupa biasanya berlangsung selama 7 – 20 hari tergantung spesiesnya.
KUPU-KUPU
► Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Segera setelah sayap mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup beberapa kali dan percobaan terbang.
► Fase imago atau kupu-kupu adalah fase dewasa
PERILAKU KUPU-KUPU:
Kupu-kupu merupakan serangga yang melakukan aktivitas pada siang hari, pada malam hari kupu-kupu akan istirahat dan terlindungan daun pepohonan.
siang kupu-kupu makin aktif terbang dan melakukan aktivitas mencari makan dan berproduksi. Kegiatan mencari makan dilakukan sendiri-sendiri tetapi sering tampak kupu-kupu jantan dan batina terbang berpasangan dan pada saatnya akan melakukan kopulasi.
Selanjutnya induk kupu-kupu akan meletakkan telurnya pada tumbuhan inangnya. kupu-kupu yang rentang sayapnya kecil akan terbamg rendah antara 10cm- 2m. Sedangkan kupu-kupu yang rentang sayap lebih besar terbang lebih tinggi sampai ± 10 m. Pada kegiatan mencari makan, kupu-kupu akan hinggap pada bunga-bunga dan menjulurkan probosisnya.